Home » » Pengalaman body rafting di green canyon

Pengalaman body rafting di green canyon

Jelajah stalaktif dan stalakmitnya Green Canyon


Green Canyon (Cukang Taneuh) berada di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Berangkat dari Tangerang menggunakan 3 mobil rute terbaik adalah dari Bandung menuju Tasikmalaya - Ciamis - Kota Banjar - Pangandaran - Parigi lalu Cijulang (Green Canyon).

Kami berangkat malem sabtu sekitar jam 22.00 wib. sampai dibanjar pagi hari pas waktu shalat subuh, Jalan yang terlalu jauh lebih baik beristirahat dikota Banjar sambil shalat dan istirahat mengisi perut yang kosong makan, sekalian ganti supir perjalanan jauh harus sedia supir cadangan.

Sampai jam 10 pagi di Pangandaran, biaya adminitrasi masuk daerah pantai, kami disuruh bayar 51 ribu, mengenai harga tiket masuk berbeda beda setiap jenis kendaraan, tapi tenang aja selama masih ada tiket masuk kita bebas keluar masuk area pantai pangandaran tinggal menunjukan tiket masuk aja.

Dijemput kami sama temen yang asli situ, sebelumnya kami sudah mengabari untuk minta dibantu selama liburan kepangandaran diantar kepenginapan yang dipinggir pantai,dengan biaya penginapan 700 ribu 2 hari 1 malam.3 kamar dan ruang tamu yang luas.

Penginapan kami kepantai cuma 15 menit, tapi bukan pantai tujuan utama kami. beristirahat sebentar sambil mengisi perut alias makan maklum mau maen air perut harus terisi.

Lanjut ketujuan awal kami green canyon, sebelumnya kami sudah melobi temen yang asli situ sudah didaftarkan nama-nama kami sebagai peserta body rafting, kami dikenakan biaya 180 perorang, dapet makan tapi nanti ia makannya sehabis body rafting.
Jam 11:30 siang kami berangkat ke Green canyon yang berjarak lumayan jauh dari pangandaran sekitar 40 menit, sampai kami dibase camp diabsen nama kita 1 per 1 sambil mengambil peralatan body rafting, pelindung kepala helm,siku tangan,dengkul kaki dan sepatu karet. selesai pakai peralatan saatnya narsis.

Persiapan Body Rafting 






Didepan Basecamp

Selanjutnya kami semua dibawah menggunakan mobil pick up, atau mobil bak terbuka yang menempuh waktu 1jam perjalanan, perjalanan yang penuh perjuangan dengan kondisi jalan yang rusak parah alias belum tersentuh perencenaan kota masih batu-batu kali, jalan yang hanya bisa dilalui 1 mobil, kalau ada mbil didepan kami harus bergantian melintas.



Gapura Green Canyon

Perjalanan kami harus dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit menurunin bukit yang licin, banyak sebagian dari kami kepleset. sebelum Turun kesungai sebaiknya yang membawa handpone,rokok,perhiasan,dompet atau beda yang berharga lainnya.

Di titipkan keguide yang membawa dry bag. dijamin aman barang yang dititipkan dibanding ilang atau pada basah. sampe dipinggiran sungai berdoa terlebih dahulu demi keselamatan bersama.




Star Cukang taneuh


Sesuai dengan instruksi guide harus tenang bagi yang tidak bisa berenang, mengingat kita sudah pake rompi pelampung tidak mungkin tenggelam, banyak sebagian dari kami yang panik karna tidak bisa berenang hehehe..



Selama 3 jam kami mengikuti aliran sungai cijulang yang menembus goa yang penuh dengan keindahan pesona stalaktif dan stalakmitnya. selain itu sungai cijulang di kelilingin dua bukit kanan, dan kiri, dengan banyaknya bebatuan dan rerimbunan pepohonan, semuanya itu membentuk seperti suatu lukisan alam yang begitu indah dan menantang untuk dijelajahi. 




Nanti ada spot yang menguji adrenalin kita harus loncat dari batu besar dengan ketinggian bervariasi yang paling ngerih kita harus loncat diketinggian 5 meter dan 9 meter. merinding-merinding tuh loncat dari 9 meter. hehe..




Selama 3 jam mengikutin aliran sungai pasti lapar, tenang nanti ada warung tarzan, kenapa disebut warung tarzan karna pemiliknya harus nyebrang dari tebing kiri kekanan pakai seutas tali. warung berada dipinggir sungai cijulang yang kita lalui.



Warung Tarzan

Mengenai biaya jangan khawatir kalau kita tidak bawa dompet. bisa cash bon dulu nanti bayar di base camp. warung menyediakan gorengan, pop mie, kopi, teh, dan susu. gelasnya masih tradisional banget pake bambu.

Sampah Makannya, Tempat pop mie jangan dibuang kesungai ia nanti merusak keindahan sungai cijulang, kita jaga keasrian sungai untuk anak cucu kita kelak. STOP VANDALISME !. 

Setelah Perut Terisi kita Lanjut kembali menyusuri sungai cijulang, Karna kelamaan diam badan pun terasa dingin. maklum lah kelamaan istirahat. jadi males nyebur lagi tapi mau enggak mau.

Karna  masih dengan kondisi yang sama, harus lewati bebatuan dan terjun kealiran sungai baru kami akan tiba ditempat pejeputan. setelah 1 jam dari warung Tarzam sampai di Perahu yang menjeput. tapi perahu harus transit lagi, 



Tempat transit 

Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore. Enggak kerasa hampir 5 jam di dalam air. Akhirnya saya dkk sudah sampai di tempat transit. harus antri dan bersabar menunggu perahu, maklum perahu enggak bisa nampung orang banyak. dan untuk pulangnya, kita naik perahu. Perahu motor. Jadi enggak perlu naik mobil pick up lagi untuk pulangnya. Tinggal nyebrang jalan ajah sampai basecamp.

Di basecamp banyak kamar bilas ko, jadi jangan takut pulang dalam keadaan Kotor atau baju basah. dan lumayan banyak ko disediakan tempat bilas disini. sehabis bilas makan. 

Bagi yang ikut paket 180 ribu, sesudah body rafting akan disediakan makannan, dengan lauk yang lumayan enak. nasi, sayur asem, lalapan, sambal, ayam goreng, dan teh hangat. menu yang lumayan enak buat badan yang kedinginan dan perut yang kosong. Oh ia tadi yang makan diwarung tarzan jangan lupa bayar ia dibasecamp. sekedar mengingatkan saja.

Buat kalian yang berminat ke Green canyon, ajak semua teman kalian atau saudara. nikmati pemandangan keindahan pesona stalaktif dan stalakmitnya. Indonesia punya sejuta pesona alam yang harus kita kunjungi. dan jaga keindahan alam ini. buat generasi kita selanjutnya.

Sekian dulu Pengalaman kami body rafting di green canyon, Pangandaran. semoga bisa jadi referensi libur akhir pekan anda.





0 komentar:

Posting Komentar