Home » » Pengalaman Pertama Mendaki Gunung Cikuray

Pengalaman Pertama Mendaki Gunung Cikuray

Gunung Cikuray Via Pemancar



Gunung cikuray, Gunung yang terletak di kabupaten garut, jawa barat. Gunung cikuray mempunyai ketinggian 2.818 meter diatas permukaan laut (Mdpl) dan merupakan gunung tertinggi keempat dijawa barat setelah gunung gede pangrango, Cikuray ini berada di kecamatan Bayongbong, Cikajang, dan Dayeuh Manggung. 

Kaki gunung cikuray dipakai untuk stasiun pemancar TV Swasta dan TVRI. Gunung cikuray mempunyai kawasan Hutan Dipterokarp bukit, Hutan Dipterokarp atas, Hutan Montane dan hutan Ericaceous. 

Pengalaman Pendakian Gunung Cikuray


Niat awal hanya mengisi waktu libur uas aja, dari pada habis uas tidak ada kegiatan, kami berniat liburan mendaki gunung. begini orang yang tidak betah dirumah, ada waktu kosong bawaanya mau jalan aja. 

Pendakian kami didukung survivor berpengalaman, yang pengalamanya tidak perlu diragukan lagi. kami sebelum memulai pendakian kami harus belajar dari pengalaman yang nanti kami harus pelajari. demi keselamatan selama pendakian . 

Meating point sebelum berangkat, ngebahas logistik dan peralatan yang mesti dibawah selama pendakian. logistik kami patungan perorang 25 ribu. 11 orang yang ikut, wanita 4, laki 7. 3 orang dibilang sudah berpengalaman, 8 orang pemula semua. termasuk saya sendiri heheh.. 

Meating point selesai, selama seminggu sebelum pendakian kami harus siapin peralatan yang mesti dibawah. karna banyak temen pendaki jadi mudah bagi saya buat minjem peralatan. 

Minjem tas carier, matras, sleeping bag, sarung tangan, sepatu gunung, headlamp, dan jas hujan poco. karna cuma pemula jadi tidak usah mikirin tenda nesting dan kompor. buat yang itu sudah diback up yang berpengalaman. jadi saya minjem buat yang pribadi aja dan bawa obat-obatan pribadi ia jangan lupa.

Tangerang - Garut


24 Januari 2014, Jam 22:00 wib kumpul di Puspem tangerang karna kami berangkat dari Pasar induk tanah tinggi. naek truck sayur bayar 25 ribu perorang, rame banget bukan hanya transaksi jual beli melaikan yang mau naek gunung juga rame, maklum musim pendaki. 

Jam setengah 1 malam baru dapet mobil, berangkat dengan cuaca yang cerah. angin dijalan yang dingin banget maklum mobil bak terbuka. dibukalah sleeping bag 1 buat selimuti cwe yang tidur. singkat sampe digarut jam 6 pagi . 

Lanjut ditawari angkot 1 orang 40ribu langsung kepemancar jarak lumayan jauh masih sekitar 1 jam baru tiba dipemancar, di kebun teh kami harus registrasi dengan biaya 10 ribu perorang. 

Kepemancar 15 menit kemudian baru tiba dipemancar. istirahat sejenak sarapan disekitar pemancar banyak warung nasi. sambil mengisi derigen yang kosong, harus banyak bawa air. digunung cikuray tidak ada sumber mata airnya, jadi harus stok air sampe perjalanan turun gunung .

Pendakian via Pemancar


Semua sudah siap saat, berdoa sebelum nanjak demi keselamatan bersama.baru mulai sudah dikasih tanjakan mantap, tanjakan cinta kebun teh. kebun teh lewat kita harus mengisi data ulang kembali, gratis tidak dipungut biaya. 

Lanjut perjalanan kami, belum masuk hutan kami dikasih kejutan. salah 1 wanita temen kami kakinya terkilir. terpaksa carier yg dibawah dia harus diback up, terpaksa dari kami ada yang bawa daypack depan dan carier dibelakang. ups keren diliatnya, tapi menderita dibawanya.

Masuk hutan baru terasa yang namanya mendaki, lelah cape tapi senang. cikuray rimbanya mantap, bikin jiwa tenang. sunyi hanya terdengar desah suara nafas. Tanjakan - Tanjakan Dahsyat seperti Tanjakan Wakwak yang hanya ada Akar sebagai pegangan dan Pijakan kaki, akar demi akar kita lalui. 


Pengalaman mendaki yg ekstrem, bagi pengalaman pertama saya. gunung cikuray trecknya menguji andrenalin deh. banyak belajar dialam kita, masih cerah cuaca siang hari. yang kita takuti kalau turun hujan, tidak hujan aja licin banget akarnya apa lagi ditambah dihujanin.

Setelah makan siang kami melanjutkan kembali perjalanan, masih panjang perjalanan kami k.puncak, tapi bukan tujuan kami sampai puncak. tujuan kami hanya 1 naek turun gunung selamat semua, tidak boleh ambisi ia naek gunung. hukum lama nanti yang berbicara !
Sore hari, sekitar jam 4 sore kabut gelap mulai meliputin perjalanan kami, mungkin petanda mau turun hujan, terpaksa kami beristirahat sejenak, karna tidak baik melanjutkan perjalan dikalah kabut tebal datang. jarak pandang terbatas. takut ada yang hilang aja kalau maksain jalan.


Menunggu Kabut Pergi

Hujan turun, kami sudah siapkan jas ujan. harus cepat sampai di puncak bayangan, yang memiliki tempat datar yg cukup buat 3 tenda. bakal susah mendirikan tenda kalau tidak sampe puncak bayangan, karna jalur aja nanjak mulu jarang banget ada tempat datarnya.

Sebagian dari kami sudah kelelahan, terpaksa mendirikan tenda dibawah puncak bayangan, sekitar 20 menit kepucak bayangan. tenda harus dipencar karna minim tempat datar. sebagian pasang tenda sebagian pasang plesit buat bikin dapur, yang wanita langsung pada masak air buat ngangetin tubuh yang dingin.

Nasib kurang bagus, padahal isi didalem carier peralatan diplastikin semua, masih aja rembes basah pakaian ganti. percuma ada cover bag , tidak membantu, tetep saja pada basah. tapi masih sedikit beruntung, jaket kering lumayan meski jaket doang. buat hangatin tubuh.

Bermalam ditengah hutan itu perasaanya campur aduk, udah gelap, becek, sunyi, serem, dingin banget pula, banyak suara - suara burung buwek. bahagia banget deh bisa merasakan hembusan angin malam dicikuray. tenang banget jiwa, biasa dikota ramai sumpek, dihutan sunyi sepi. niat pertama pengen banget ngecamp dipuncak, biar bisa melihat keindahan kota garut dari puncak cikuray.

Singkat pagi hari, yang laen mah pada atttack sumit kepuncak, kami memutuskan tidur kembali heheh.. maklum masih ngatuk. jadi hanya denger suara orang yang attack summit sekitar jam 4 pagi, giliran yang laen pada turun baru kami kepuncak jem 8 pagi, udh siang banget kan. narsis dulu dipuncak bayangan


Puncak bayangan

Sambil menyapa yang turun, kami nanya aja dapet tidak golden sunrise tadi, jawaban mereka kecewa semua , karna golden sunrise yang ditunggu-tunggu tidak keliatan alias ketutup kabut tebal. Sekitar 1 jam setengah kami sampai kepuncak cikuray, ternyata rame sekali, sempit pula dipuncak, maklum weekend jadi gunung kaya pasar rame banget.





Puncak Gunung Cikuray

Setelah 1 jam narsis dan nikmati pemandangan, kami Lanjut kembali ketenda singkat aja ia, udah siang banget cuaca. turun mah cepet banget beda kaya naek yang kebanyakan break, sampe tenda peralatan aman meski ditinggal sendri.

Niat mau langsung turun, tapi karna hujan deras terpaksa menunda turun, harus menunggu sekitar 2 jam hujan baru redah. Jam 3 baru kami turun.

Terkendala lagi jalur jadi licin sehabis dihujanin sebagian dari kami banyak yang kepleset. maklum aja akar yang sebagai pijakan kaki kami, tapi hati-hati ia, kalau kurang hati-hati bahaya banget resiko jatuh kejurang nanti.

Enakan perjalanan turun, cepet dibanding naek . perbandingan waktunya jauh. maklum lah saat naek kami bawa beban banyak, pas turun logistik sudah habis semua. hanya sisa air sebotol aja. jarak turun hanya 4 jam setengah.

Sampai dipos yang kebun teh jam 19:00. sambil lapor kepos kita mengisi perut dulu diwarung depan pos. baru sampe pemancar pada salin, yang masih ada pakaian kering pada salin, yang tidak ada tetap pakai yang kotor, kaya gembel kotor-kotor banget .

Tanah mulu dicelana n carier. Seperti saat kePemancar kami juga harus keterminal menggunakan mobil pick up harga sama saja 40 ribu perorang sampai keterminal jam 11 malam. tidak ada bus yang kejakarta terpaksa tidur diterminal malem ini, sampai akhirnya naek bus pagi hari. yang tujuan kampung rambutan, dilanjut naek mayasari sampai terminal poris plawad. kami kembali dengan selamat semua. sekian pengalaman saya mendaki gunung cikuray .





0 komentar:

Posting Komentar